Sungai Kohoin dan Panta Kapal

•September 30, 2010 • 3 Comments

Masih ditanah papua, tepatnya di Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan, ada satu objek wisata yang tidak banyak orang tau padahal objek wisata ini sangat dekat dan didepan mata karena emang terletak di di jantung Teminabuan dan dekat dengan perumahan penduduk. Objek wisata itu adalah Sungai Kohoin.. Sungai ini berhulu dari rimbunnya hutan2 di sorong selatan, (yang saya tidak tau asalnya darimana) dan bermuara  sebagai air terjun Kohoin yang terletak dekat dengan pasar ampera Teminabuan.. ya, sungai ini membelah Teminabuan dan menjadi sumber kehidupan di kota ini.. Banyak sekali hal2 menakjubkan yang bisa dilihat sepanjang perjalanan sungai Kohoin.. salah satunya adalah Panta Kapal.

Sungai panta kapal

Panta Kapal adalah sebutan oleh masyarakat setempat terhadap salah satu bagian sungai Kohoin karena berbentuk persis seperti pantat kapal. Menurut saya tempat ini malah seperti baskom raksasa dengan air deras yg mengalir terus… konstruksi seperti panta kapal ini terjadi murni karena alam, karena pengikisan batu2an oleh derasnya arus sungai kohion selama bertahun tahun.. Kebetulan Panta Kapal ini dekat dengan rumah dinas saya jadi saya bisa kesini setiap waktu.. Bagi yang jauh, untuk mencapai tempat ini klo dari Kota sorong cukup menggunakan mobil L200 strada Langsung menuju Teminabuan..

Arus sungai panta kapal yang derass…

Tempat ini asik banget buat mandi mandi karena tempatnya sejuk, asri, dan airnya bening. Tapi hati hati ya dan jangan coba coba berenang ke tengah (kecuali sudah terlatih hehehe) karena arus disini sangat deras, bisa bisa nanti malah terbawa arus dan hilang selamanya hehehehe..

Arus yang deras

Sebenarnya Panta kapal ini sudah di persiapkan sebagai wisata andalan Sorong Selatan namun karena promosi dan perawatannya kurang makanya disini tampak terbengkalai.. namun karena terbengkalai jadi tampak lebih alami hehehe…

Foto2 narsis di pinggir sungai Kohoin

Selain Panta kapal, ada lagi tempat lain yang disebut Kali Gadis, yang arusnya lebih tenang dan cocok buat anak2 dan Gadis2 (wink…) yang ingin berenang tanpa harus takut tervbawa arus.. Di ujung sungai Kohoin terdapat air terjun, namun sayang keindahan air terjun tersebut sudah tertutupi oleh kumuhnya pasar yang dekat dengan Air terjun tersebut.

Danau Framu Ayamaru Kab Maybrat

•September 10, 2010 • 9 Comments

Papua terkenal dengan keindahan alamnya yang masih sangat asli dan alami karena belum terjamah oleh tangan tangan jahil manusia. Salah satu keindahan alam Papua yang tampaknya tidak banyak orang ketahui adalah danau Framu. Danau Framu adalah bagian kecil dari danau Ayamaru yang terletak di kabupaten Maybrat Propinsi Papua Barat. Kalau di peta terletak pas dikepala Burung. Untuk menuju kesana dapat ditempuh dengan menggunakan mobil L200 / strada dari Kota Sorong menuju Ayamaru di Kabupaten Maybrat. Atau bisa juga dari Teminabuan (ibukota Kab Sorong Selatan) ke Ayamaru. Dari Ayamaru, lokasi danau ayamaru tersebut sudah bisa terlihat., namun untuk menuju Framu, kita harus lewat jalan setapak didalam hutan lagi kira-kira 30 menit…

Tidak usah babibu… kita langsung menuju kesana yukk…

Danau Framu

Sesampainya disana, saya langsung takjub melihat pemandangan yang ada didepan saya, sebuah danau kecil yang dipinggiran danau yang besar. Tampak gradien warna danau dari warna kuning hijau biru yang menakjubkan.. ditambah lagi airnya yang jernih sehingga kita bisa melihat ikan2 yang berenang kesana kemari. Ditengah danau tampak anak2 Papua sedang mencari ikan dengan cara ditombak. wow butuh keahlian yang luar biasa umtuk bisa melakukan hal tersebut.

Mencari Ikan

Tidak sabar, setelah makan2, kami langsung menyeburkan diri… wuaahhh rasanya seger dan dingin banget… hahaha… tidak lupa menumpang perahu kecil punya anak2 papua tersebut.. hihihihi…

Danau ini separuhnya dikelilingi oleh tebing yang lumayan tinggi, dan separunya lagi adalah semak belukar saja saja.. nah dari tebing tinggi inilah biasanya anak2 papua ini terjun langsung kedalam sungai, bahkan kurang puas, mereka biasa naik keatas pohon tertinggi diatas tebing kemudian melompat.. wahh berani sekali mereka.. Karena penasaran saya juga ingin mencoba, tapi tidak lompat dari atas dahan tertinggi, cukup sebatas tinggi tebing aja hihihi.. setelah mengumpulkan keberanian (yang lama..) akhirnya saya beranikan melompat dan BUAARrrr…. wah segar sekali dan saya ketagihan.. walaupum air terus masuk kedalam hidung hahaha….

Habis lompat, terus lompat lagi.. ketagihan…

setelah puas mandi, melompat dan berperahu, akhirnya kami cukupkan kegiatan kami disini dan pualng.. selamat tinggal Framu..

Sebelum pulang foto narsis dulu ya.. hehe

Taman Hutan Raya Juanda

•May 11, 2010 • 4 Comments

Menyambung acara jalan jalan di postingan sebelumnya, selanjutnya tujuan kami selanjutnya adalah Taman Hutan Raya Juanda.  Kami pilih tempat ini karena lingkungannya yang relatif lebih natural dan tidak begitu jauh dari Kota Bandung. Lokasi tepatnya adalah di wilayah Bandung Utara yang terletak di ujung Jalan Dago ( Jl. Ir. H. Juanda) Bandung yang berjarak kurang lebih 7 KM dari pusat kota. Kalo punya kendaraan pribadi, tidak akan kesulita berarti menuju kesini. Kalo tidak ada kendaraan Pribadi (seoerti saya), akses kesana pun tidak sulit.  Cukup menggunakan angkot ke terminal dago, nah dari terminal naik ojek. sekitar 10 menit juga sudah sampai gerbang utama Taman Hutan Raya Juanda.

Setelah membayar tiket seharga 8000 rupiah, saya segera masuk kedalam kawasan wisata. Tak jauh dari pintu masuk terdapat penunjuk berisi objek wisata apa saja yang terdapat dikawasan ini, diantaraanya adalah Goa jepang, Goa belanda, curug omas, curug lalay, dan masih banyak lagi.

Jalan rimbun dan sejuk di THR Juanda

Tempat yang pertama kali saya kunjungi adalah Goa Jepang.  Denger2 dari guide katanya goa ini dibangun tahun 42 setelah belanda menyerah. Goa ini dibuat sebagai perlindungan dari serangan sekutu. Goa ini buatan tangan orang2 kita yang disuruh bekerja paksa (romusha). Didepan Goa banyak guide2 yang menyediakan jasa sewa senter, kalo bernyali silahkan masuk kegoa tanpa senter, hhihihihi… Goa ini memiliki beberapa Pintu besar dan pintu kecil, dan lorong2 didalamnya terhubung satu sama lain.

pemandangan dari dalam goa jepang

Setelah puas gelap2an didalam Goa Jepang, kami melanjutkan perjalanan kami menuju goa Jepang.  perjalanan ditempuh kira2 15-30 menitan lah. Goa Belanda ini hanya memiliki 1 pintu masuk besar, dibangu oleh belanda tahun 1941 yang awalnya berfungsi sebagai PLTA Bengkok, yang kemudian beralih fungsi menjadi tempat komunikasi rahasia tentara belanda.  Ohya di goa ini ada makam loh, tpi ga tau makam siapa???

Goa Belanda

Kalau berjalan menelusuri goa belanda sampai keluar lagi,  dari sana nanti bisa menuju tempat lokasi lainnya seperti curug omas maribaya yang berjarak 5 km. Bisa jalan kaki atau naek ojek., namun tidak bisa pakai kendaraan sendiri.

Berfoto depan patung replika ir.H.Juanda

Karena kami udah capek (ga da ojek), akhirnya kami putuskan untuk pulang saja, mungkin di lain kesempatan kami bisa menelusuri keseluruhan Taman Hutan ini.

Jalan Jalan ke Bandung

•May 10, 2010 • 4 Comments

Hwehehe sebenarnya postingan ini iseng iseng sih.. gara gara hampir sebulan di bandung tappi belum pernah jalan jalan kemana2 (keculai mall tentunya hahaha) , akhirnya kemaren, tepatnya pada hari minggu pagi, saya dan teman saya meniatkan diri jalan jalan mengelilingi kota bandung by angkot hehe..  Siap? Berangkat………..!!

1. Gedung Sate

Gedung ini tentunya sudah tidak asing bagi sebagian orang terutama yang berdomisili di Jawa barat. bagi yang tidak tau, saya kasi tau ya, gedung ini adalah gedung pemerintahan, dan digedung ini tidak ada yang jualan sate. ya tidak ada.  Dinamai gedung sate karena dipuncak gedung ini ada yang menjulang seperti sate.. hmm… slurp..  hehe.. gedung ini memiliki nilai historis tinggi, sayangnya kami tidak bisa menelusuri lebih jauh dalamannya (ups). Kebetulan kami datang pada hari minggu, sehingga lapangan dan jalan didepan gedung sate ini berubah fungsi menjadi pasar kaget.  Memang biasanya hari minggu tempat ini ramai dikunjungi orang dari berbagai tempat. Ohya tempat ini sering disebut Gazibu. Ada yang mau cari oleh? atau sate?

Gedung Sate

2. Museum Pos Indonesia

Tidak jauh dari gedung sate, terdapat bangunan bersejarah laagi yaitu gedung Pos Indonesia dan museumnya. Gedung ini sudah lama sejak tahun 1920.  gaya arsitektur  gedung ini sepertinya di eropa, kita seolah2 serasa di Italia pada jaman renaissanse.. halah gaya bahasanya.  Museum Pos Indonesia dibuka untuk umum secara cuma-cuma setiap harinya mulai pukul 09.00–16.00 WIB kecuali hari libur nasional. Dipintu masuk museum, terdapat sebuah patung berukuran setengah badan, yaitu patung Bapak PTT. RI Almarhum Mas Soeharto.

Salah satu prangko bersejarah dengan tokoh bersejarah didalamnya hahaha…

3. Museum Geologi Bandung

Tidak begitu jauh lagi dari gedung sate dan pos, ada museum lagi yang terkenal, namanya adalah Museum geologi bandung. Pada saat kami datang, sedang banyak2nya pengunjung anak.  Di museum ini kita bisa mempelajari tentang geologi (yaiyalah…), seperti batu2an, mineral, logam, kristal, fosil, dan masih banyak lagi.  Saya paling suka diruangan yang ada berbagai fosilnya, hihihi.. Museum ini buka tiap hari kecuali hari libur dan hari jumat. Biaya masuknya 2000 untuk umum dan 1000 untuk anak. Klo rombongan tentu lebih murah lagi.

Bersama T-rex…

4. Monumen Pancasila

Tidak begitu jauh lagi dari tempat2 sebelumnya, tepatnya di depan kampus unpad dipatiukur, mata kita akan tersedot untuk melihat bangunan aneh yang satu ini, namanya Monumen pancasila (ya kan?). Saya sendiri tidak tau persis bagaimana sejarah dibuatnya monumen ini. Mungkin ada yang tau??. Monumen ini dikelilingi oleh pagar jadi musti muter2 dulu untuk bisa masuk kedalam, apalagi yang baru pertama kali. Tempat ini emang asik buat foto2 karena viewnya emang keren banget. Sayangnya sewaktu saya datang, tempat ini bnyk disalahgunakan untuk tempat pacaran, selain itu banyak sekali sampah dimana.. (geleng2 kepala..)

Monumen Pancasila

5. Kebun Binatang Bandung

hehehe iseng2 mengunjungi sodara2. Kebun Binatang Bandung ini terletak di Jalan Taman Sari Bandung bersebelahan langsung dengan ITB. Kalo hari minggu atau hari libur pasti rame banget.. Harga tiket masuknya er…… saya gak tau karena saya masuk lewat pintu belakang hihihi…  Koleksi binatang di sini lumayan beragam mulai mulai dari berbagai macam burung, primata, mamalia, reptil. Disini juga ada hewan2 langka seperti orang utan dan komodo.

Komodo kembar hihihi..

Udah dulu ya jalan2nya.. nanti akan disambung laagi pada posting berikutnya..

Kawah Putih

•April 18, 2010 • 3 Comments

kemaren pagi ketika dalam perjalanan menuju terminal cicaheum, tanpa ada rencana tanpa ada persiapan tiba-tiba saya diajak teman-teman saya jalan-jalan ke kawah putih. Tanpa pikir-pikir panjang saya langsung banting setir menemui teman2 saya itu, dan tidak jadi ke cicaheum padahal saya sudah ada janji dengan teman saya yang lain. hihihihi… Sejak awal tinggal di Bandung saya memang sudah lama mengincar objek wisata yang terletak di selatan kota Bandung ini, namun tidak pernah sempat dan tidak ada transportasi (baca: nebeng). hahaha…

Sepertinya saya tidak perlu panjang lebar bercerita tentang Kawah Putih karena objek wisata satu ini udah terkenal kemana-mana, tak terhitung foto-foto menarik yang bisa didapatkan ditempat ini. makanya tempat ini sering dijadikan sasaran fotografer dan pasangan pengantin sebagai lokasi foto Pre Wedding..

Untuk menuju kawah putih, sebenarnya tidak sulit (dibandingkan dengan objek wisata lain di luar jawa), banyak kendaraan umum menuju kesana, namun harus sabar karena biasanya mereka menunggu penumpang penuh dahulu baru jalan, sekedar info, dari luar bandung kamu harus ke terminal Leuwi panjang dulu. dari situ naik angkutan L300 bandung-ciwidey ongkosnya 6 ribu. dari ciwidey naik angkutan kuning jurusan ciwidey-patengan angkosnya 5 rebu.. Untung aja kali ini saya bisa nebeng mobilnya temen saya jadi gak usah repot2 naik angkutan umum.. hehehe…Ada banyak jalan menuju roma, eh menuju kawah putih, tapi waktu itu kami sengaja melalui tol Barus daripada Kopo karena lebih terbebas dari macet. Tidak berapa lama kami sudah sampai Soreang dan Ciwidey..

Ketika kami sampai di pintu masuk Kawah Putih, betapa kecewanya kami karena ternyata pada saat itu Kawah Putih sedang ditutup dengan alasan ada longsor??! saya sendiri tidak begitu jelas dengan alasan penutupan Tempat Wisata ini.. Tapi setelah runding2an yang alot antara masyarakat setempat, akhirnya kami diperbolehkan masuk, tapi dengan menggunakan ontang anting (mobil) yang disediakan. Artinya kami harus bayar lagi untuk mobil tersebut.. ya sudahlah daripada kecewa karena sudah jauh kemari tidak dapat apa2.

adin

Jalan masuk menuju Kawah Putih

Dari tempat masuk, ternyata kami harus menanjak lagi ketas mendaki gunung patuha, disepenjang jalan hanya terlihat pepohonan yang rimbun dan tinggi serta kabut tebal yang menambah hawa dingin tempat ini. Sesekali mulai tercium bau belerang yang berasal dari Kawah.

Tidak berapa lama kami sampai dilokasi objek wisata. Tidak ada yang tampak longsor disini?. Sepi sekali, hanya beberapa orang saja yang datang, tidak tampak ada orang yang berjualan disekitar tempat ini. bahkan tidak tampak sampah sedikitpun.. (mungkin maksud penutupan tempat ini adalah untuk membersihkan area ini?)..

j

menuruni tangga menuju kawah putih

Saat menuruni tangga menuju kawah, mulai terlihat kawah yang berwarna putih kehijau-biruan.. (ah.. saya gak jelas warna apa itu).. tampak indah sekali, walaupun sesekali kami terbatuk karena mencium bau belerang yang menyengat..

Sesampainya dibawah, kami terpesona (dan terbatuk2) melihat keindahan kawah putih ini, tampak “danau” dengan warna putih kehiaju2an yang menghampar dengan kabut putih yang muncul dari dalam kawah dan disekitar gunung ditmabha lagi pohon-pohon kering sehingga tampak angker dan mistis sekaligus indah.

adin

suasan kawah putih yang mistis

Kalau kuat berlama-lama disini, kita bisa mengitari danau atau duduk-duduk dipinggir danau, tentunya terasa menyenangkan sekali (apalagi kalau sama pacar hehehe..)

adin

kawah putih yang berwarna putih kehijaubiruan

Katanya sih air kawah ini dapat berubah-rubah warna. Terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan. Bila matahari terik dan cuaca terang, warnanya berubah menjadi coklat. Trus kenapa namanya Kawah Putih ya? ah sudahlah.. karena udah gak tahan pengen mencoba airnya, saya coba beranikan diri berjalan di air kawah ini, terasa agak hangat (dan agak gatal)…
adin

gaya dulu ah….

Tidak lama kami segera meninggalkan tempat indah ini karena tidak tahan berlama dengan bau belerang,. tidak lupa kami membawa “oleh-oleh” bau belerang di pakaian kami.. hehe

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.